Kamis, 19 Mei 2011

Apa itu MILIA? Apa penyebabnya dan Bagaimana mengatasinya?



Pernahkah anda melihat orang dengan gambar seperti di samping ini?
Yah pasti sudah sangat sering melihatnya bukan?
Tidak ada istilah khusus untuk penderita di samping ini. Di bilang jerawat bukan, bintil bukan juga. Biasanya penyakit ini diturunkan atau didapatkan secara bawaan. Keluhan penderita sendiri sama sekali tidak ada. Hanya saja kadang mereka merasa terganggu penampilan fisiknya dengan adanya benjolan putih yang bila di pencet isinya adalah massa padat seperti nasi yang akan timbul lagi dan mengisi massa yang kosong yang telah di pencet tadi.
Nah untuk tau tentang Milia, saya akan jelaskan satu persatu pada paragraf di bawah.


DEFENISI
     Milia adalah salah satu jenis kista epidermoid, yang dibatasi epidermoid dan berisi massa keratin. Milia sering dijumpai congenital atau lesi dapatan yang timbul pada bayi maupun dewasa. Beberapa penelitian melaporkan angka kejadiannya lebih banyak pada wanita dan yang lain melaporkan antara laki-laki dan wanita prevalensinya sama.
Milia sering ditemukan di area mata khususnya di kelopak mata.
Milia dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu milia primer yang sering dijumpai pada bayi dan sering menghilang sendiri dalam satu sampai tiga bulan, dan milia sekunder yang timbul mengikuti lesi kulit sebelumnya.
   Kebersihan atau hygiene kulit dapat mempengaruhi timbulnya penyumbatan sehingga mempermudah timbulnya milia. Iklim panas dengan banyak keringat mempermudah timbulnya milia yang akan member gambaran kista berupa bintik-bintik kecil berwarna putih. Penanganan milia pada bayi masih dipertanyakan, milia sering dibiarkan dan menghilang dengan sendirinya. Pada dewasa milia dapat mengganggu penampilan dan pasien sering mengeluhkan hal tersebut, sehingga diperlukan penanganan yang tepat terhadap milia.

EPIDEMIOLOGI
     Epidemiologi di Amerika Serikat menemukan milia primer paling banyak pada bayi (setengah dari semua bayi yang baru lahir). Erupsi milia multiple dan milia en plaque jarang muncul dalam waktu bersamaan. Tidak ada predileksi ras tertentu untuk munculnya milia. Prevalensi sama pada milia primer dan sekunder. Erupsi milia dan milia en plaque lebih sering ditemui pada wanita. Milia bisa ditemukan pada umur berapa saja, namun khas sering dijumpai pada bayi.
Milia dapat ditemukan pada berbagai populasi dan umur. Milia primer ditemukan pada bayi baru lahir (50% dari semua bayi lahir) yang diperkirakan merupakan normal. Milia sekunder lebih sedikit ditemukan pada bayi tetapi mungkin akan muncul jika ada trauma pada kulit.3
Milia primer secara khas ditemukan di bayi, tetapi bisa juga ditemukan di anak-anak dan dewasa. Milia sekunder diobservasi pada kelainan kulit yang lepuh dan setelah dermabrasi. Milia en plaque dan erupsi multiple milia adalah hal yang berbeda

KLASIFIKASI
     Milia adalah kista kecil berukuran 1 – 2 mm berwarna putih mutiara (pearly white) di permukaan kulit. Milia dibagi menjadi 2 tipe, yaitu tipe primer merupakan kondisi normal ditemui pada kulit sehat dan milia sekunder yang secara khas ditemukan di kulit karena dipengaruhi berbagai macam kondisi. Milia yang ditemukan di langit-langit mulut pada bayi sering disebut Epstein pearls dan normal pada bayi.
     Milia yang timbul sekunder dari lesi sebelumnya sering dijumpai pada penyakit epidermolisis bulosa, porphyria cutanea tarda, luka bakar, setelah terapi dermabrasi, setelah penggunaan laser ablasi dan setelah penggunaan terapi topical glukokortikoid atau terapi 5-fluorouracil.
PATOFISIOLOGI
Milia adalah kista epidermois. Kista berasal dari folikel sebacea. Milia primer tumbuh di kulit wajah yang menghasilkan folikel rambut vellus. Milia sekunder terjadi akibat kerusakan pilosebaceus.

GEJALA KLINIS
     Milia sering asimptomatik. Pada anak-anak dan dewasa biasa muncul di area sekitar mata. Erupsi milia biasanya onsetnya lebih cepat bahkan dalam beberapa minggu. Pada pemeriksaan kulit, Milia ditemukan di superficial kulit, uniform, warna putih mutiara sampai kuning muda, lesi membentuk kubah dengan diameter antara 1 – 2 mm. Efloresensi yang ditemukan adalah papula-papula milier, multiple kadang berkelompok. Pada milia en plaque, milia dalam jumlah lebih banyak muncul pada plaque eritem.
     Distribusi di kulit: milia primer, pada bayi ditemukan di wajah terutama di area hidung. Milia juga bisa ditemukan di mukosa (Epstein pearls) dan palatum (Bohn nodules). Milia primer di anak-anak dan dewasa berkembang di wajah, terutama di area mata. Milia sering ditemukan dengan distribusi linier, melintang sepanjang lekuk hidung pada beberapa anak. Milia sekunder ditemukan di tubuh bagian mana saja yang dipengaruhi oleh bermacam-macam kondisi. Erupsi milia ditemukan di kepala, leher dan tubuh bagian atas.1,2 Milia juga bisa ditemukan di langit-langit mulut.
- Lokasi-lokasi yang paling sering dijumpai milia primer pada bayi:
Sekitar hidung
Sekitar mata (periorbital area)
Pipi
Dagu
Dahi
- Lokasi-lokasi jarang dijumpai milia pada bayi, tetapi bisa muncul walaupun jarang:
Badan
Tungkai dan lengan
Penis (korpus penis)
Membrane mucosa (area di dalam mulut)
Milia en plaque memberi gambaran plaque yang berbeda di wajah dan leher. Plaque pernah dilaporkan terdapat di area postauricular, unilateral atau bilateral, pipi dan plaque submandibula.

ETIOLOGI
     Milia terbentuk karena kelenjar minyak belum terbentuk sempurna dan kulit tidak mengelupas secara normal sehingga menyebabkan terperangkap di dalam kulit. Milia primer dipercaya timbul di kelenjar sebacea yang tidak berkembang secara lengkap, hal ini menjelaskan terjadinya pada bayi. Lesi sekunder timbul mengikuti trauma atau kulit lepuh oleh karena gangguan di duktus keringat. Milia sering dihubungkan dengan berbagai macam kelainan, termasuk pemphigoid bulosa, keturunan dan epidermolysis bulosa dapatan, liken planus bulosa, porphyria cutanea tarda dan luka bakar. Trauma kulit dari dermabrasi atau radioterapi dapat menyebabkan pembentukan milia.
Kebersihan atau hygiene kulit dapat mempengaruhi timbulnya penyumbatan pada saluran kelenjar ekrin sehingga mempermudah timbulnya milia. Iklim panas yang memacu banyak keringat juga mempermudah timbulnya penyakit. Tidak ada bakteri yang menyebabkan timbulnya milia.
Orang dewasa bisa timbul milia di wajah. Kista dan benjolan juga bisa timbul di bagian tubuh yang mengalami inflamasi atau trauma sebelumnya. Iritasi kulit oleh karena kain atau baju yang kasar mungkin menyebabkan kemerahan ringan pada sekitar benjolan tetapi bagian tengah berwarna putih. Milia yang teriritasi kadang disalahartikan “baby acne” (sebenarnya bukan bentuk acne).
     Milia sekunder berkembang dari dermatitis kontak bulosa dan fotokontak alergi terhadap sinar matahari. Milia juga sering muncul setelah terapi leishmaniasis cutaneus dan setelah pemberian salep topical nitrogen untuk plaque mycosis fungal. Milia sekunder pernah dilaporkan timbul setelah pemakaian kortikosteroid topical. Milia merupakan kasus jarang pada genodermatosiss (syndrome Bazex-Dupr e-Christol). Milia primer dan erupsi milia multiple telah dilaporkan berhubungan dengan gangguan autosomal dominant yang diturunkan. Etiologi milia en plaque belum diketahui.

DIAGNOSA BANDING
Acne Vulgaris
Syringoma
Trichoepithelioma
Milialike idiopathic calcinosis cutis (pada penderita Sindrom Down)

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
     Tidak ada pemeriksaan laboratorium untuk milia sederhana. Diagnosa pasti dengan pemeriksaan klinis. Pemeriksaan penyakit yang mendasari penting untuk milia sekunder. Biopsy kulit dilakukan bila perlu pada pasien dengan diagnosis yang masih diragukan. Jika curiga adanya milia en plaque, biopsy adalah tindakan yang bijaksana untuk menyingkirkan diagnosa lain, seperti mucinosis follicular dan trichoepitheliomata multiple. Pada orang yang lebih tua dengan kerusakan kulit akibat sinar matahari, sindrom Favre-Rachouchet (nodul elastosis pada kulit) harus disingkirkan

PEMERIKSAAN HISTOLOGI
     Pemeriksaan histology menunjukkan adanya kista epidermoid, tetapi besar kista lebih kecil. Milia biasanya terletak di dermis superficial dan mempunyai garis epithelial (dengan lapisan sel bergranula). Kista berisi keratin lamellated dalam jumlah bervariasi. Milia primer yang sering dijumpai pada bayi dan anak-anak ditemukan di rambut sebacea yang mengelilingi folikel rambut vellus. Milia sekunder di area kulit lepuh ditemukan pada duktus kelenjar ekrin keringat.
 
TERAPI
     Tidak ada terapi topical maupun sistemik yang efektif untuk milia primer dan sekunder. Terdapat laporan tentang penggunaan isotretinoin topical, etretinate oral dan minocycline dalam menerapi pasien dengan milia en plaque.
      Milia dapat dibiarkan begitu saja, tetapi jika pasien meminta pengangkatan, insisi dengan jarum cutting-edge dan pengeluaran isi biasanya efektif. Tindakan ini dapat dilakukan tanpa anestesi local. Paper clip dilaporkan berhasil digunakan untuk mengeluarkan isi kista. Milia en plaque dapat diterapi dengan efektif dengan elektrodesiccation, laser karbon dioksida, dermabrasi dan cryosurgery.
Ekstirpasi milia dengan tindakan yang benar tidak akan menimbulkan scar pada kulit.
     Tindakan bedah yang dapat dilakukan pada milia diantaranya yaitu:
Bedah listrik
Elektrolisis
Elektrofulgurasi

KOMPLIKASI
     Tidak ada komplikasi sistemik yang dilaporkan.

PROGNOSIS
   Milia yang ditemukan pada bayi biasanya akan menghilang spontan dalam mingu-minggu pertama.1 Kadang milia akan menetap sampai 2 – 3 bulan. Milia pada anak-anak dan dewasa biasanya menetap. Milia sekunder pada kulit lepuh jarang sembuh.

PENCEGAHAN
     Tidak ada pencegahan spesifik untuk milia. Cara terbaik untuk pencegahan terhadap milia adalah melindungi kulit terhadap agen kimia yang kuat dan menghindari paparan sinar matahari. Untuk mengurangi milia di sekitar mata, bila menggunakan berbagai macam cream, hindari pemakaian area sekitar mata terlalu banyak. Juga, usap wajah terutama area sekitar mata dengan halus dan hindari menggosok mata dengan kasar. Bila menggosok gigi, usahakan pasta gigi tetap ada di dalam mulut, hindari pasta gigi terkena area sekitar mulut, sehingga bisa mengurangi iritasi kulit terhadap fluoride. Gunakan tabir surya apabila bepergian dalam terik sinar matahari dan pilih yang mengandung bahan titanium oxide atau zinc oxide.

RESUME
     Milia adalah kista epithelial yang berasal dari penyumbatan saluran kelenjar ekrin yang berisi massa keratin. Milia dapat ditemukan pada berbagai populasi dan umur. Milia dibagi menjadi 2 tipe, yaitu milia primer merupakan kondisi normal ditemui pada kulit sehat dan milia sekunder yang secara khas ditemukan di kulit karena dipengaruhi berbagai macam kondisi. Pada pemeriksaan kulit, Milia ditemukan di superficial kulit, uniform, warna putih mutiara sampai kuning muda, lesi membentuk kubah dengan diameter antara 1 – 2 mm. Efloresensi yang ditemukan adalah papula-papula milier, multiple kadang berkelompok. Milia primer dipercaya timbul di kelenjar sebacea yang tidak berkembang secara lengkap. Kelenjar minyak belum terbentuk sempurna dan kulit tidak mengelupas secara normal sehingga menyebabkan massa keratin terperangkap di dalam kulit.
Milia sering dihubungkan dengan berbagai macam kelainan, termasuk pemphigoid bulosa, keturunan dan epidermolysis bulosa dapatan, liken planus bulosa, porphyria cutanea tarda dan luka bakar. Trauma kulit dari dermabrasi atau radioterapi dapat menyebabkan pembentukan milia. Tidak ada terapi topical maupun sistemik yang efektif untuk milia primer dan sekunder. Milia dapat menghilang spontan. Tindakan bedah yang dapat dilakukan pada milia diantaranya yaitu bedah listrik, elektrolisis, elektrofulgurasi dan insisi dengan jarum cutting-edge dan pengeluaran isi biasanya efektif tanpa anestesi local.


Share








13 komentar:

Wisata Murah mengatakan...

posting tentang sebab dan ciri Milia yang jarang ane temui// ini sharingyang sangat bermanfaat ..terimakasih sudah berbagi informasi Milia

Personal Blog of Ayuni Rianthy mengatakan...

sama sama

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Honey Barney mengatakan...

salam perkenalan...
nice ur blog :)
followed~!

ARB mengatakan...

Thanks visit

helmi mengatakan...

klo posisi milia ny ada d tangan gmn cara mengobati ny? sy serang laki umur 29 thn, thx

ARB mengatakan...

MILIA hanya ada di bawah mata, pipi, hidung dan dahi. Pengobatan terbaik adalah dengan bedah listrik, kauterisasi.

nda mengatakan...

nice posting mba :)

noniq mengatakan...

makasih ya postingannya, membantu sekali :)

Maya mengatakan...

Good info bgt mb, soalnya selama ini keluarga dari pihak bakapk juga ada yg seperti itu, berrati itu keturunan juga yaa..

androideaddict mengatakan...

mbak bedanya siringoma dgn milia itu apa yah

Retno Dian Saputri mengatakan...

Aqu juga punya, tp cuma dkit, tu jg kcil2.. Bisa makin bhaya gak??

Eza Iwan mengatakan...

Anak sy ada di bwah klopak mata, percis sperti gmbar di stAs, apa nanti bisa membesar? Anak sy umurnya 1thn stengah, tlong di blz